Jumat, 22 April 2011

Lubang Ozon Penyebab Kekeringan Bumi



The Antarctic ozone hole (Lubang Ozone Antartika ) yang telah mencapai 1/3 bagian deasa ini menyebabkan kekeringan di Australia. Pendapat ilmuwan ini telah dilaporkan di the journal Science, para ilmuwan tersebut lebih lanjut menjelaskan bahwa lubang ozone ini telah menyingkirkan angin pembawa uap air di langit sebelah selatan, bahkan terjadi juga di wilayah tropic.

Efek dari cuaca tersebut telah diduga keras akan melanda Australia. Hal ini berdasarkan pengalaman beberapa tahun belakangan ini, yaitu disaat beberapa Negara bagian mengalami kekeringan. Hingga memaksa mereka untuk mengadakan desalinasi air dan menghentikan kegiatan pertanian.

Peneliti tentang fenomena tersebut berasal dari “Columbia University in New York” – yang juga berhasil menemukan standar lubang ozone dan pengaruhnya terhadap cuaca. Sehingga kita mampu mencermati batas lubang ozone yang masih mampu mengakibatkan hujan.

Apalagi jumlah emisi gas karbon terus bertambah yang menyebabkan terjadinya lubang ozon.

Seperti diketahui bahwa arah angin di belahan bumi utara dan selatan dapat menentukan pola cuaca. Adanya cuaca dingin yang ekstrim di Inggris beberapa tahun ini adalah disebabkan karena tertahanya arus angin di belahan utara.
The Columbia team menyimpulkan bahwa lubang ozon dapat menyebabkan perpindahan hujan dari belahan selatan bersama sama dengan pergerakan angin. Tetapi fenomena ini berlainan dengan yang terjadi di Australia. Karena lubang ozone yang terjadi di Australia mencapai angka 35 %, sedangkan rata rata lubang ozon di dunia hanya sebesar 10 %.

Dengan demikian kita dapat mengambil kesimpulan bahwa “global warming” yang disebabkan “efek rumah kaca” adalah juga menjadi factor penyebab kekeringan di Australia, sebelum terjadinya perubahan ozon. Pemahaman ini ,memberikan ilustrasi tentang perbedaan mekanisma “global change” yang menyebabkan kerusakan iklim dunia.
“Ozone depletion/kerusakan” adalah fenomena yang disebabkan karena reaksi kimia yang terjadi di stratosphere, salah satu bagian atmosphere yang tertinggi. Kimia yang terlibat di dalamnya adalah chlorofluorocarbons (CFCs).
BBC News , 21 April 2011-Pondok Sastra HASTI SemarangQ-tips Cotton Swabs, 500 Count

Tidak ada komentar: