Tampilkan postingan dengan label Jagad Raya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jagad Raya. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Agustus 2021

Benarkah Asteroid Bennu Bakal Menabrak Bumi ?



            


 Para peneliti  Asteroid telah menyimpulkan bahwa sebuah Asteroid raksasa bisa menabrak bumi kapanpun, asteroid itu adalah Bennu, yang pada th 2135 mendatang mencapai jarak yang paling dekat dengan bumi, yaitu sekitar ½ jarak bumi dan bulan (CNBC Indonesia).

            Kompas. Com telah melansir bahwa penyelidikan NASA  telah sampai pada kapan Asteroid Bannu kapan asteroid tu mendekati bumi, serta saat kapan Bannu bisa menghantam bumi.

Penelitian mereka berdasar analisa dengan menggunakan data valid yang  dikirim dari pesawat angkasa  Origins, Spectral Interpretation, Resource Identification, Security-Regolith Explorer (OSIRIS-REx). Mereka berhasil mendeteksi arah pergerakan Bannu mulai tahun 2021 ini hingga tahun 2300 mendatang.

Menurur Lindlet Johnson perwira Pertahanan NASA menyatakan, apabila Bannu benar benar menabrak bumi, semua yang ada di bumi akan  musnah termasuk keidupan manusia,


 

Kamis, 19 April 2012

Komet Halley


From Wikipedia, the free encyclopedia

Comet Halley (play /ˈhæli/ or /ˈheɪli/; nama resmi  1P/Halley)[1] adalah komet  berperioda pendek ( short-period comets), yang paling terkenal dan sangat jelas terlihat  setiap 75 – 76  tahun sekali dari bumi  ( Earth ).[1][10] Halley adalah  comet yang paling cerah dilihat dengan mata telanjang/ naked eye. Komet Halley  hanya mampu dilihat sebanyak 2 kali untuk masa hidup manusia.[11]
 
Kembalinya Komet Halley  ke dalam tata surya kita ( inner Solar System)  sudah sejak lama dipantau oleh astronomers sejak  240 tahun SM/BCE. Lukisan tentang komet ini telah dibuat oleh Bangsa China/ Chinese, Babylonian, dan  medieval European chroniclers, tetapi mereka belum tahu kapan kembalinya komet ini pada jaman mereka. Periodisasi muncunya komet ini mulai diketahui sejak  1705 oleh astronom Inggris/ English  bernama Edmond Halley, setelah penemuan Edmond Halley tersebut  komet ini diberi nama Halley. Komet Halley terakhir muncul di bumi pada tahun 1986 dan akan muncul lagi pada tahun  2061.[12]
Komet Halley tahun 1986

Pada pemunculan komet Halley di tahun1986 tersebut , membawa konsekuensi bagi Halley yang menjadi komet pertama yang dapat dipelajari dengan detil oleh pesawat antariksa (spacecraft), sehingga kita bisa mengetahui struktur komet  , yaitu comet nucleus , mekanisma formasi  coma dan ekor ( tail ).[13][14]
 
Obserasi yang dilakukan terhadap komet, sebenarnya berdasarkan pada banyak hypotesa, diantaranya adalah hypotesa Fred Whipple dengan model bola api/ "dirty snowball" . Dalam hypotesa tersebut Komet Halley dinyatakan tersusun dari uap es (volatile ices), yang terdiri dari air ( water), carbon dioxide  dan ammonia  serta debu ( dust). 

Perhitungan Orbit

Halley adalah komet yang pertama kali diketahui periodisasinya. Hingga masa Renaissance,  terjadilah kesepakatan mendasar tentang komet yang diprakarsai oleh Aristotle. Konsep tersebut menyatakan bahwa komet adalah segala sesuatu yang mengotori atmosfer bumi.  Tetapi kesepakatan ini disanggah  pada tahun 1577 oleh Tycho Brahe, yang menerapkan pengukuran  parallax dan menyimpulkan bahwa orbit komet adalah di bawah bulan (Moon) Beberapa ahli saat itu masih banyak yang belum mengetahui bahwa komet adalah benda angkasa yang mengorbit matahari, tetapi orbit komet tersebut memotong garis orbit lainnya di tata surya kita..[17]

Pada tahun  1687, Sir Isaac Newton mempublis teori  Principia, tentang gravitasi/gravity dan gerak benda. Namun teori tentang komet darinya belum ditemukan. Meskipun dia telah menduga bahwa  dua komet yang terlihat di tahun  1683 adalah komet yang sama sebelum dan sesudah melewati matahari  (  baca teori Newton's Comet),[18] tetapi sayangnya Newton belum melakukan rekonsiliasi teori tentang komet dalam suatu model.

Selanjutnya Edmond Halley  pada tahun 1705 menerbitkan Synopsis of the Astronomy of Comets. Pada synopsisnya tersebut Halley  menggunakan Hukum Newton untuk melakukan perhitungan mengenai  effek gravitasi Jupiter dan Saturnus terhadap komet.[19] Perhitungan Halley ini, setelah diuji dapat untuk menjelaskan adanya aspek orbit benda angkasa (orbital elements) yang mnyebabkan tampaknya komet ke dua pada tahun  1682, yang nampaknya serupa dengan komet yang tampak pada tahun 1531 (diteliti oleh  Petrus Apianus) dan 1607 (diteliti oleh  Johannes Kepler).[19]
 
Dengan demikian Halley menyimpulkan bahwa kejadian nampaknya tiga komet tersebut, tahun 1531, 1607 dan 1682 adalah komet yang sama, yang Nampak setiap 75-76 tahun sekali. 

Prediksi Halley tentang munculnya Komet Halley ternyata terbukti, meskipun dia tidak menyaksikan munculnya komet itu pada  25 December 1758, yang dilihat oleh astronom Jerman bernama  Johann Georg Palitzsch. Diketahui bahwa komet tersebut tidak mencapai  perihelion hingga 13 March 1759, Akibat daya tarik dari Jupiter dan  Saturn menyebabkan munculnya komet itu tertunda hingga 618 hari.[21]
 
Effek ini telah dikalkulasikan sebelum munculnya komet itu oleh tiga ahli matematika dari Perancis, yaitu Alexis Clairaut, Joseph Lalande, dan Nicole-Reine Lepaute.[23]
 
Orbit Komet Halley

Orbit Komet Halley terlihat dalam gambar dengan warna biru yang dibandingkan dengan orbit  outer planets (merah)
Selama tiga abad Perioda  orbit Komet Halley diketahui setiap 75 hingga 76 tahun, meski sempat diasumsikan oleh astronom nenek moyang kita sekitar 79 tahun sekali ( sejak 240 /SMBCE.)[25][29]
Orbit komet ini berbentuk  elliptical,  dengan  eccentricity   0.967 (dengan  nilai 0 untuk bentuk lingkaran sempurna dan 1 untuk parabolic trajectory). Jarak  perihelion, adalah jarak  terdekat antara orbit komet dengan matahari, yang berkisar 0.6 AU[a] (atau berjarak sama antara Mercury  dan  Venus), sedangkan aphelion adalah jarak terjauh dengan matahari ( berkisar 35 AU atau sama dengan jarak matahari dan Pluto

Tidak seperti benda angkasa lainnya dalam sistim tata surya kita, orbit Komet Halley bersifat  retrograde; artinya bahwa orbitnya berlawanan arah dengan planet lain atau searah jarum jam dari kutub utara matahari.  Orbitnya memiliki sudut inklinasi sebesar it orbits the Sun in the opposite direction to the planets, or clockwise from above the 18°  dari bidang  ecliptic, dengan sebagian besar orbit berada di sebelah selatan ecliptic.[30]
 
Sehubungan dengan bentuk orbit Komet Halley yang memiliki angka eccewntric tinggi, maka komet ini memiliki kecepatan relative yang tertinggi terhadap bumi/ Earth, dari semua benda angkasa. Kecepatan komet ini pada tahun 1910 adalah (relative velocity) sebesar  70.56 km/s (157,838 mph atau  254,016 km/h).[31] Karena komet ini mendekat bumi pada dua tempat , maka Komet Halley menjadi sumber dari hujan meteor (meteor showers: yaitu  Eta Aquariids pada awal  May, dan  Orionids di akhir  October.[32]

Halley diklasifikasikan ke dalam  short-period comet; sedangkan komet lainnya bisa memiliki orbit selama 200 tahun atau kurang.[33] Komet yang memiliki perioda lebih dari itu seperti itu disebut dengan  long-period comets, yang bisa memiliki lama perioda hingga ribuan tahun. Periodik comet memiliki rata rata inklinasi hanya sebesar 10 derajat, dengan lama perida selama 6,5 tahun. Dehingga Komet Heally adalah komet yang tergolong khusus..[25]
 
Sebagian besar “short-period comets “  (yang memiliki perioda lebih pendek dari 20 tahun dengan sudut inklinasi 20 – 30 derajat ) disebut dengan  Jupiter family comets. Sehingga bila ada komet yang berperioda 20 – 200 tahun dan sudut inklinasinya 0 hingga lebih dari 90 derajat disebut dengan Halley-type comets.[33][34]
 
Hingga sekarang terdapat  54 buah “Halley-type comets” yang sudah diobservasi dan   400 buah  “Jupiter family comets.”[35] berhasl diindentifikasi.

Orbit  “Halley-type comets” diperkirakan berasal dari “ long-period comets “ yang orbitnya menjadi menyimpang karena pengaruh gravitasi planet besar dalam tata surya..[33]

Jika Komet Halley termasuk “long-period comet”, maka tentunya dia berasal dari  Oort Cloud,[34] yaitu pusat benda benda komet yang jaraknya 20,000–50,000 AU. Berlawanan dengan “ Jupiter family comets “ yang diyakini berasal dari sabuk Kuiper/ Kuiper belt,[34] sebuah ruang angkasa berbentuk piringan datar berisi kotoran debu, yang jauhnya 30 AU (sama dengan orbit Neptunus) dan  50 AU dari matahari.

Pendapat lain mengenai asal Komet Halley dipublikasikan pada tahun 2008, berdasarkan pada penemuan benda berorbit retrograde lainnya (trans-Neptunian object). Benda tersebut mirip dengan Komet Halley dan diberi nama  2008 KV42,. Orbit benda ini berada di sebelah luar  Uranus dan jaraknya dua kali jarak Pluto. Mungkin benda tersebut adalah anggota dari populasi benda langit kecil dalam sistim  tata surya yang mejadi sumber “Halley-type comets.[36]

Struktur dan Komposisi

Nukleus Komet Halley 1986 berhasil difoto oleh Giotto probe. Nukleus tersebut berwarna gelap, yang menyemburkan debu dan meletuskan gas dari permukaanya.

 Misi penerbangan antariksa Giotto dan  Vega berhasil mengobservasi permukaan Komet Halley dan strukturnya. Seperti pada umumnya komet , setelah dekat dengan matahari, maka komposisi bahan komet (yang memiliki titik didih yang seperti air, carbon monoxide, carbon dioxide dan es/ ices) mulai mengalami sublimasi / sublime dari mulai permukaanya hingga ke nucleus.[40]

Fenomena ini menyebabkan komet berkembang ke arah  bentuk  coma,  yang sebenarnya sebuah atmosfer komet yang tebalnya mencapai  100,000 km.[3] Penguapan masa ini akan membebaskan partikel  debu/dust , yang keluar dari  nucleus. Molekul Gas pada sturtur koma akan menyerap sinar matahari dan meradiasikan gelombang cahaya dengan panjang gelombang berbeda. Kasus demikian disebut fluorescence, dan partikel debu akan mengotori sinar matahari. Kedua kejadian ini menyebabkan struktur kelihatan seperti koma.[11]

Setelah fraksi molekul gas mengalami  ionized oleh radiasi sinar ultraviolet (ultraviolet radiation,[11] ) maka akan menyebabkan badai matahari/ solar wind, atau sebuah aliran partikel bermuatan yang diemisikan matahari dan membentuk ekor / tail, yang panjangnya hampir 100 milyar kilometer pada antariksa.[40][41]  

Nukleus Komet Halley relative kecil  ukuranya, yaitu panjang 15 km dan lebar 8 km dan tebalnya hanya 8 km, bentuk nucleus ini mirip dengan kacang (peanut.[3] ) Masa materi pada nucleus ini adalah  2.2 × 1014 kg[4] dengan masa jenis 0.6 g/cm3, 

Komet Halley adalah komet yang paling aktif ketimbang Comet Encke  dan  Comet Holmes, [14] sisi siang pada komet ini ternyata lebih jauh dari sisi malam. Dengan observasi pesawat ruang nagkasa tersebut, diperoleh data bahwa kandungan pada komet tersebut adalah 80 % air17% carbon monoxide dan  3–4% carbon dioxide,[42]  dengan sedikit  hydrocarbons[43]. Sedangkan menurut sumber lainnya 10 % dan sedikit methane dan  ammonia.[44]

Kamis, 12 April 2012

Ingin Melihat Asteroid ? Tunggu di Tahun 2029




Sebuah Asteroid diramalkan bisa kita lihat dengan mata telanjang pada tahun 2029, karena  jaraknya yang dekat dengan bumi.

Kesempatan ini hanya terjadi sekali sepanjang satu millennium, asteroid ini hanya bisa dilihat di Europe, Africa dan Asia Barat.

Tidak ada even monumental seperti ini dalam sejarah modern, apabila  kita mampu  meyaksikan sendiri sebuah bola api di atmosfer bumi atau asteroid sebesar 2 ukuran rumah mendekati bumi.

Even tahun  2029 ini adalah even dimana sebuah asteroid berukuran kecil betul betul dalam jarak terdekat dengan bumi, sebagai suatu kejadian yang baru pertama kali terjadi. Asteroid tersebut akan menyelusup di tengah orbit bumi dan satelitnya.

Pendek kata tidak ada asteroid yang mampu dilihat dengan mata telanjang selain even di tahun 2029 ini.

Seputar New Horisons


New Horizons saat ini telah menempuh separo perjalanan  menuju ke Pluto. New Horizon di perjalanan tersebut bergerak dengan kecepatan 57.000 km/jam ( 36.000 mil/jam) dan harus menempuh jarak lebih dari 3,8 milyar km untuk sampai ke Pluto dan tiga bulanya, yaitu Nix, Hydra dan Charon pada July 2015.


Tetapi perjalanan ruang angkasa tersebut tidak hanya itu saja, karena New Horizon  hsrus pula menjajagi objek pada Sabuk Kuiper ( Kuiper Belt ) dan penjajagan ini mungkin saja berhasil pada tahun 2020-an.

Misi tersebut di atas bisa saja berlangsung untuk menjajagi Pluto; sedangkan New Horizons harus mengirim data ke bumi dengan tempo pengiriman selama  9 bulan.

Target New Horizons berikutnya adalah orbit Neptunus, yang akan dicapainya pada tanggal 25 Agustus 2014, tepatnya 25 tahun setelah Voyager II berhasil melakukan eksplorasi di Planet Raksasa itu.


Minggu, 08 April 2012

New Horizons Penjelajah Jagad Raya


From Wikipedia, the free encyclopedia
.
New Horizons is  adalah pesawat ruang angkasa tak berawak milik NASA ( NASA robotic spacecraft), yang membawa misi melacak Pluto sebagai planet kerdil (dwarf planet Pluto).  Ini adalah pesawat (spacecraft) yang pertama kali dirancang untuk terbang ke Pluto dan mempelajari bulan Pluto, Charon, Nix, Hydra  dan  S/2011 P 1. New Horison dirancang untuk tiba di  Pluto-Charon pada   July 14, 2015. NASA dan mendekati benda benda angkasa yang ada di sabuk Kuiper (Kuiper belt objects() jika situasi memungkinkan.
New Horizons diluncurkan pada 19  January  2006, dan langsung menempati Earth-and-solar-escape trajectory , dengan kecepatan menggunkan ukuran bumi sebesar 16.26 km/s (58.536 km/j; 36,373 mpj). Dengan demikian New Horison adalah peawat ruang angkasa yang tercepat yang pernah diciptakan manusia. New Horison menggunakan orbit  Mars pada 7  April 2006,  menjangkau orbit  Jupiter pada 28  February  , 2007, pada orbit Saturn  di 8  June , 2008;  orbit Uranus  18  March  2011.  Sejak  February 2012,  jarak New Horizon dengan Pluto kurang  10 AU[1] (lebih dari  20 AU bila dihitung dari bumi).
·         Kondisi Sekarang 

Sejak 12 Pebruari 2012 , New Horizons melaju dengan kecepatan 15.41 km/s,  atau sebesar  3.249 AU per tahun. Jarak New Horizons adalah  21.99 astronomical units (3.290×109 km)  dari matahari atau  22.97 astronomical units (3.436×109 km)  dari bumi benar benar sudah di atas orbit Uranus.[2]  Posisi pesawat itu adalah deklinasi  −21.44 derajat , dengan selisih waktu 18.483 jam dari sekarang hours at that time.[3] Pada posisi seperti di atas,  waktu yang dibutuhkan cahaya untuk sampai di New Horizons adalah sekitar 3,03 jam dari bumi  dan untuk gelombang radio mencapai 6.06 jam.[3]

·         Latar Belakang 

New Horizons  adalah misi pertama dari kategori NASA's New Frontiers,   yang lebih besar dan mahal dari misi Discovery (Discovery missions) tetapi lebih kecil dibanding dengan Program   Flagship Program. Biaya untuk misi New Horizon tidak tanggung tanggung  (biaya pesawat,  pesawat peluncurnya, operasi misi, analisa data dan pendidikan) mendekati   650 juta Dollar AS atau lebih dari anggaran 15 tahun  ( dari 2001 ke  2016). Program NASA misi ke Pluto  – Pluto Kuiper Express – pada tahun 2000 ditangguhkan karena masalah anggaran. Informasi lebih jauh tentang program NASA ini bisa dilihat pada website IEEE, yang mengungkap latar belakang secara detail tentang misi ini termasuk penerbangan ke  Jupiter .[5]
Pesawat New Horizon dirancang oleh  Southwest Research Institute (SwRI)  dan Johns Hopkins Applied Physics Laboratory (APL). Sedangkan pengenbang misi ini ( principal investigator) adalah  Alan Stern (NASA Associate Administrator, formerly of the Southwest Research Institute).
Kontrol keseluruhan setelah  lepas dari pesawat peluncurnya  adalah Mission Operations Center (MOC)  yang bermarkas di  Applied Physics Laboratory.  Sedangkan operator instrument  canggihnya adalah  Clyde Tombaugh Science Operations Center (T-SOC)  yang berada di Boulder, Colorado.[6] Sedangkan navigator pesawat ini adalah KinetX sebagai lembaga yang memimpin tim navigasi dan bertanggung jawab terhadap kendali pesawat New Horizon ke luar tata surya kita (the outer Solar System).
New Horizons sebenarnya dirancang hanya untuk penerbangan ruang angkasa tanpa mencari /eksplorasi planet dalam tata surya kita. Pada saat pesawat ini diluncurkan, Pluto masih dikategorikan sebagai planet,  setelah ada penggolongan baru ( reclassified) yang mngklasifikasikan Pluto hanya sebagai planet kecil  oleh International Astronomical Union (IAU). Beberapa tim ahli menentangnya termasuk Alan Stern, yang masih menggolongkan Pluto sebagai planet ke 9..[7]
 
Pemberian nama satelit Pluto dengan  nama  Nix dan  Hydra, sesungguhnya juga berkaitan dengan peswat ini.  N dan  H, adalah berarti "New Horizons". Disamping itu juga pemberian nama ke dua satelit tersebut juga mengandung sebuah mitologi Pluto.[8]
·         Peluncuran 

Peluncuran  New Horizons sebenarnya dijadwalkan pada January 11, 2006, tetapi diundur hingga  January 17 , karena pemeriksaan borescope  pada tangki bahan bakar roket Atlas (Atlas rocket's kerosene ). Penundaan yang cukup lama ini juga diberikan untuk penyempurnaan tehnis, alasan angin yang kencang dan kesulitan tehnis lainnya.
New Horizon diluncurkan dengan menggunakan roket  Lockheed Martin Atlas V 551, dengan tambahan ATK Star 48B  tiga tingkat  agar roket ini mampu menambah lajunya. Hal ini adalah baru pertama kali peluncuran konfigurasi 551 dari Atlas V dengan penambahan 3 tingkatan ( roket Atlas V  biasanya tidak memiliki tiga tingkat  ).
Pada penerbangan terdahulu Atlas  menggunakan dua atau tiga tingkat bahan bakar padat (solid boosters,)  tetapi tidak pernah menggunakan lima tingkat. Maka dari itu Atlas V 551 mau tidak mau harus melempar ke atas bebean yang lebih berat dari 2,000,000 lbf (9 MN), yang melebihi daya dorong roket  Delta IV-Heavy.
Daya dorong roket ini didapatkan  karena menggunakan mesi Russian RD-180 , yang mampu mendorong beat hingga  4.152 MN (933,000 lbf).
Roket Delta IV-H adalah jenis  roket besar yang mampu mendorong  bebean hingga  1,600,000 lb (726,000 kg), sedangka untuk roket AV -010 memiliki kemampuan   1,260,000 lb (572,000 kg). Sebelum pelunciran roket Atlas V telah mengalami kerusakan karena serangan badai / Hurricane Wilma, yang menyerang  Florida  pada October 24, 2005. Tetapi segera diperbaiki.
New Horizons dikenal dengan sebutan pesawat ruang angkasa terbesar percepatanya saat peluncuran   atau Fastest Spacecraft Ever Launched, sehingga bisa disebut penjelajah ruang angkasa (Helios probes). New Horizons  mampu mencapai percepatan tercepat saat peluncuran , yaitu sebesar 16.5 km/s (36,900 mph). Tetapi belum mendapatkan  sebutan pesawat yang mampu terbang tercepat . Rekor  tercepat dipegang oleh Voyager 1, yang mampu terbang dengan kecepatan  17.145 km/s (38,400 mph) relative terhadap matahari . Voyager 1 mampu mencapai percepatan lebih besar ( hyperbolic excess velocity) dari pada di medan percepatan   gravitasi Jupiter dan  Saturn (gravitational slingshots) ketimbang New Horizons.
Sedangkan peawat  ruang angkasa lainnya  Helios 1 & 2, dapat disebut juga pesawat tercepat bila ditinjau dari kecepatan relative terhadap matahari pada posisi perihelion. Tetapi karena mereka berada di orbit tata surya, maka enerjo orbit mereka (orbital energy ) relative terhadap matahari menjadi lebih lambat ketimbang pesawat Doyuz, New Horison  dsb.
·         Penerbangan di Antara Orbit Mars dan Asteroid

Pada 7 April 2006. New Hoprizon berada di orbit Mars, bergerak dengan kecepatan 21 km/s dengan jarak terhadap matahari sejauh 243 juta kilometers.[20]
New Horizons  menjaga jarak dengan asteroid kecil 132524 APL (sebelumnya di sebut asteroid  2002 JF56), tepatnya pada jarak  101,867 km jam 04:05 UTC tanggal 13  June, 2006. Asteroid itu diestimasi memiliki diameter 2.3 kilometers, dan mampu diidentifikasi sebagai asteroid type S-type asteroid. New Horison berhasil melewati asteroid tersebut pada 10–12, 2006. Hal ini menjadi keberhasilan manusia yang mampu menciptakan peasawat ruang angkasa yang mampu melampaui benda ruang angkasa.[21]
·         Memanfaatkan Grafitasi Jupiter 

Dengan menggunakan New Horizons' Long Range Reconnaissance Imager (LORRI) , kita bisa mendapatkan foto pertama kali tentang Jupiter pada 4 September 2006. Sehingga kita mampu mencermati system Jovian pada December 2006.[22]
New Horizons mampu memanfaatkan gravitasi  Jupiter/ gravity assist dengan jarak yang terdekat dari planet itu pada jam  5:43:40 UTC (12:43:40am EST) tanggal 28  February  2007.
Kecepatan ketika melewati Jupiter  adalah 21 km/s (47,000 mph) relative terhadap  Jupiter  dan 23 km/s (51,000 mph) relative terhadap matahari . Laju New Horizons' lebih tinggi  4 km/s (8,900 mph) ketimbang laju matahari, sehingga pesawat ini lebih cepat menuju Pluto dengan 2.5 ◦  terhadap bidang datar bumi     (the "ecliptic").  Pada November 2009[update], gravitasi matahari terhadap pesawat ini menurun menjadi 16.656 km/s (37,260 mph).[23] New Horizons menjadi pesawat pertama yang diluncurkan langsung ke Jupiter sejak  Ulysses probe pada tahun 1990.
Saat tiba di  Jupiter, instrument New Horizons  disesuaikan dengan orbit bulan Jupiter, terutama bulan Amalthea.  Kamera pada pesawat ini mampu memfoto gunung berapi di Io  dan mencermati bulan  Galilean secara detail, demikian juga bulan Himalia dan  Elara. Gambaran tentang “Jovian system” dimulai pada   September 4, 2006.[24]  New Horizon juga berhasil mempelajari  bintak merah / Little Red Spot dan magnetosphere Jupiter serta sistim cincin yang ada.[25]
·         Jupiter observations (Observasi Jupiter

Jupiter adalah planet yang menarik sehingga tidak pernah lepas dari perhatian astronomis ,meski sempat tertunda setelah berakhirnya misi Galileo. New Horizons dilengkapi dengan kamera yang tercanggih, lebih canggih dari kamera Galileo, dan juga dikombinasikan dengan kamera versi  pesawat Voyager dan  Mariner.
Planet Jupiter  lebih menarik perhatian cendekiawan Pluto . Sebab jaraknya lebih dekat ke bumi. Sehingga komunikasi lebih mudah dilakukan, karena lebih mudah menstransmit “loading “ ketimbang Pluto. Gambar Jupiter dimulai ditransmimisikan pada 4 September 2006.[26]
New Horizons juga berhasil mengungkap Oval BA, yang ternyata sebuah badai raksasa yang sebelumnya  terlihat noktah merah kecil atau “Little Red Spot", karena terlihat warna merah tidak seperti hasil dari foto yang dikirim pesawat Cassini, yang terlihat sebagai noda putih.
·         Mendekati Pluto

Pertama kali Pluto terlihat oleh New Horizons adalah  pada  September 21–24, 2006. Kemudian foto tersebut dianalisa pada November 28.[27] Gambar tersebut diambil pada jarak 4,2 milyar km , untuk memastikan target obyek yang akan dekati, yaitu Pluto dan obyek pada Kuiper belt.
Direncanakan bahwa  New Horizons harus berjarak  10,000 km (6,200 mi)  untuk dekat Pluto  pada  2015. New Horizons irencanakan terbang dengan kecepatan  13.78 km/s pada jarak yang paling dekat dengan Pluto, dan akan berjarak 27,000 km (17,000 mi)  terhadap Charon,
·         Kuiper-belt misi
Setelah melewati  Pluto, New Horizons akan meneruskan penerbangan hingga Kuiper belt. Misi yang direncanakan slah satuya adalah mencari satu atau lebih Kuiper belt objects (KBOs)  yang berdiameter  50–100 km (31–62 mi) yang sama dengan misi pengamatan Pluto. Karena kemampuan maneuver terbaas, maka  pencarian KBOs hanya dilakukan pada obyek yang dekat New Horizons.