Para peneliti Asteroid telah menyimpulkan bahwa sebuah
Asteroid raksasa bisa menabrak bumi kapanpun, asteroid itu adalah Bennu, yang
pada th 2135 mendatang mencapai jarak yang paling dekat dengan bumi, yaitu
sekitar ½ jarak bumi dan bulan (CNBC Indonesia).
Kompas. Com telah melansir bahwa penyelidikan NASA telah sampai pada kapan Asteroid Bannu kapan
asteroid tu mendekati bumi, serta saat kapan Bannu bisa menghantam bumi.
Penelitian mereka berdasar analisa dengan menggunakan data valid yang
dikirim dari pesawat angkasa Origins,
Spectral Interpretation, Resource Identification, Security-Regolith Explorer
(OSIRIS-REx). Mereka berhasil mendeteksi arah pergerakan Bannu mulai tahun 2021
ini hingga tahun 2300 mendatang.
Menurur Lindlet Johnson perwira Pertahanan NASA
menyatakan, apabila Bannu benar benar menabrak bumi, semua yang ada di bumi
akan musnah termasuk keidupan manusia,
Comet Halley
(/ˈhæli/ or /ˈheɪli/; nama
resmi 1P/Halley)[1] adalah komet berperioda pendek ( short-period
comets), yang paling terkenal dan sangat jelas terlihat setiap 75 – 76 tahun sekali dari bumi ( Earth ).[1][10] Halley adalah comet yang paling cerah dilihat
dengan mata telanjang/ naked eye. Komet Halley hanya mampu dilihat sebanyak 2 kali untuk masa
hidup manusia.[11]
Kembalinya Komet Halley ke dalam tata surya kita ( inner Solar System)
sudah sejak lama dipantau oleh astronomers sejak 240 tahun SM/BCE.
Lukisan tentang komet ini telah dibuat oleh Bangsa China/ Chinese, Babylonian, dan medieval Europeanchroniclers, tetapi mereka belum tahu kapan
kembalinya komet ini pada jaman mereka. Periodisasi muncunya komet ini mulai
diketahui sejak 1705 oleh astronom
Inggris/ English bernama Edmond Halley, setelah penemuan Edmond Halley
tersebut komet ini diberi nama Halley.
Komet Halley terakhir muncul di bumi pada tahun 1986 dan akan muncul lagi pada
tahun 2061.[12]
Komet Halley tahun 1986
Pada pemunculan komet Halley di tahun1986
tersebut , membawa konsekuensi bagi Halley yang menjadi komet pertama yang
dapat dipelajari dengan detil oleh pesawat antariksa (spacecraft), sehingga kita bisa mengetahui
struktur komet , yaitu comet nucleus , mekanisma formasi coma dan ekor ( tail ).[13][14]
Obserasi yang dilakukan terhadap komet,
sebenarnya berdasarkan pada banyak hypotesa, diantaranya adalah hypotesa Fred Whipple dengan model bola api/ "dirty snowball" . Dalam hypotesa tersebut
Komet Halley dinyatakan tersusun dari uap es (volatile ices), yang terdiri dari air ( water),
carbon dioxide dan ammonia
serta debu ( dust).
Perhitungan Orbit
Halley adalah komet yang pertama kali
diketahui periodisasinya. Hingga masa Renaissance, terjadilah kesepakatan mendasar tentang komet
yang diprakarsai oleh Aristotle. Konsep tersebut
menyatakan bahwa komet adalah segala sesuatu yang mengotori atmosfer bumi. Tetapi kesepakatan ini disanggah pada tahun 1577 oleh Tycho Brahe, yang menerapkan pengukuran parallax dan menyimpulkan
bahwa orbit komet adalah di bawah bulan (Moon)
Beberapa ahli saat itu masih banyak yang belum mengetahui bahwa komet adalah benda
angkasa yang mengorbit matahari, tetapi orbit komet tersebut memotong garis
orbit lainnya di tata surya kita..[17]
Pada tahun 1687, Sir Isaac Newton mempublis teori Principia,
tentang gravitasi/gravity dan gerak benda. Namun teori tentang
komet darinya belum ditemukan. Meskipun dia telah menduga bahwa dua komet yang terlihat di tahun 1683 adalah komet yang sama sebelum dan
sesudah melewati matahari ( baca teori Newton's Comet),[18] tetapi sayangnya Newton belum
melakukan rekonsiliasi teori tentang komet dalam suatu model.
Selanjutnya Edmond Halley pada tahun 1705 menerbitkan Synopsis of the
Astronomy of Comets. Pada synopsisnya tersebut Halley menggunakan Hukum Newton untuk melakukan
perhitungan mengenai effek gravitasi
Jupiter dan Saturnus terhadap komet.[19] Perhitungan Halley ini, setelah diuji
dapat untuk menjelaskan adanya aspek orbit benda angkasa (orbital elements) yang mnyebabkan tampaknya komet
ke dua pada tahun 1682, yang nampaknya
serupa dengan komet yang tampak pada tahun 1531 (diteliti oleh Petrus Apianus) dan 1607 (diteliti oleh Johannes Kepler).[19]
Dengan demikian Halley menyimpulkan bahwa
kejadian nampaknya tiga komet tersebut, tahun 1531, 1607 dan 1682 adalah komet
yang sama, yang Nampak setiap 75-76 tahun sekali.
Prediksi Halley tentang munculnya Komet
Halley ternyata terbukti, meskipun dia tidak menyaksikan munculnya komet itu
pada 25 December 1758, yang dilihat oleh
astronom Jerman bernama Johann Georg
Palitzsch. Diketahui bahwa komet tersebut tidak mencapai perihelion hingga 13 March 1759, Akibat daya
tarik dari Jupiter dan Saturn menyebabkan munculnya
komet itu tertunda hingga 618 hari.[21]
Orbit Komet
Halley terlihat dalam gambar dengan warna biru yang dibandingkan dengan orbit outer planets (merah)
Selama tiga abad Perioda orbit Komet Halley diketahui setiap 75 hingga
76 tahun, meski sempat diasumsikan oleh astronom nenek moyang kita sekitar 79
tahun sekali ( sejak 240 /SMBCE.)[25][29]
Orbit komet ini berbentuk elliptical,
dengan eccentricity 0.967
(dengan nilai 0 untuk bentuk lingkaran
sempurna dan 1 untuk parabolic trajectory).
Jarak perihelion, adalah jarak terdekat antara orbit komet dengan matahari,
yang berkisar 0.6 AU[a] (atau berjarak sama antara Mercury dan Venus),
sedangkan aphelion adalah jarak terjauh dengan matahari (
berkisar 35 AU atau sama dengan jarak matahari dan Pluto
Tidak seperti benda angkasa lainnya dalam
sistim tata surya kita, orbit Komet Halley bersifat retrograde;
artinya bahwa orbitnya berlawanan arah dengan planet lain atau searah jarum jam
dari kutub utara matahari. Orbitnya
memiliki sudut inklinasi sebesar it orbits the Sun in the opposite direction to
the planets, or clockwise from
above the 18° dari bidang ecliptic, dengan sebagian
besar orbit berada di sebelah selatan ecliptic.[30]
Sehubungan dengan bentuk orbit Komet
Halley yang memiliki angka eccewntric tinggi, maka komet ini memiliki kecepatan
relative yang tertinggi terhadap bumi/ Earth,
dari semua benda angkasa. Kecepatan komet ini pada tahun 1910 adalah (relative velocity) sebesar 70.56 km/s (157,838 mph atau 254,016 km/h).[31] Karena komet ini mendekat bumi pada
dua tempat , maka Komet Halley menjadi sumber dari hujan meteor (meteor showers: yaitu Eta Aquariids pada awal May, dan Orionids di akhir October.[32]
Halley diklasifikasikan ke dalam short-period comet;
sedangkan komet lainnya bisa memiliki orbit selama 200 tahun atau kurang.[33] Komet yang memiliki perioda lebih dari
itu seperti itu disebut dengan long-period comets, yang bisa memiliki lama
perioda hingga ribuan tahun. Periodik comet memiliki rata rata inklinasi hanya
sebesar 10 derajat, dengan lama perida selama 6,5 tahun. Dehingga Komet Heally
adalah komet yang tergolong khusus..[25]
Sebagian besar “short-period comets “ (yang memiliki perioda lebih pendek dari 20
tahun dengan sudut inklinasi 20 – 30 derajat ) disebut dengan Jupiter family
comets. Sehingga bila ada komet yang berperioda 20 – 200 tahun dan
sudut inklinasinya 0 hingga lebih dari 90 derajat disebut dengan Halley-type
comets.[33][34]
Hingga sekarang terdapat 54 buah “Halley-type comets” yang sudah
diobservasi dan 400 buah “Jupiter family comets.”[35] berhasl diindentifikasi.
Orbit
“Halley-type comets” diperkirakan berasal dari “ long-period comets “
yang orbitnya menjadi menyimpang karena pengaruh gravitasi planet besar dalam
tata surya..[33]
Jika Komet Halley termasuk “long-period
comet”, maka tentunya dia berasal dari Oort Cloud,[34] yaitu pusat benda benda komet yang
jaraknya 20,000–50,000 AU. Berlawanan
dengan “ Jupiter family comets “ yang diyakini berasal dari sabuk Kuiper/ Kuiper belt,[34] sebuah ruang angkasa berbentuk
piringan datar berisi kotoran debu, yang jauhnya 30 AU (sama dengan orbit
Neptunus) dan 50 AU dari matahari.
Pendapat lain mengenai asal Komet Halley
dipublikasikan pada tahun 2008, berdasarkan pada penemuan benda berorbit
retrograde lainnya (trans-Neptunian object).
Benda tersebut mirip dengan Komet Halley dan diberi nama 2008 KV42,. Orbit benda ini berada di
sebelah luar Uranus dan jaraknya dua
kali jarak Pluto. Mungkin benda tersebut adalah anggota dari populasi benda
langit kecil dalam sistim tata surya
yang mejadi sumber “Halley-type comets.[36]
Struktur dan Komposisi
Nukleus Komet
Halley 1986 berhasil difoto oleh Giotto probe. Nukleus tersebut berwarna gelap,
yang menyemburkan debu dan meletuskan gas dari permukaanya.
Misi penerbangan antariksa Giotto dan Vega berhasil mengobservasi permukaan Komet
Halley dan strukturnya. Seperti pada umumnya komet , setelah dekat dengan
matahari, maka komposisi bahan komet (yang memiliki titik didih yang seperti
air, carbon monoxide,
carbon dioxide dan es/ ices) mulai mengalami sublimasi / sublime dari
mulai permukaanya hingga ke nucleus.[40]
Fenomena ini
menyebabkan komet berkembang ke arah
bentuk coma, yang
sebenarnya sebuah atmosfer komet yang tebalnya mencapai 100,000 km.[3] Penguapan masa ini akan membebaskan
partikel debu/dust
, yang keluar dari nucleus. Molekul Gas pada
sturtur koma akan menyerap sinar matahari dan meradiasikan gelombang cahaya
dengan panjang gelombang berbeda. Kasus demikian disebut fluorescence, dan partikel debu akan mengotori
sinar matahari. Kedua kejadian ini menyebabkan struktur kelihatan seperti koma.[11]
Setelah fraksi
molekul gas mengalami ionized oleh radiasi sinar ultraviolet (ultraviolet radiation,[11] ) maka akan menyebabkan badai
matahari/ solar wind, atau sebuah aliran partikel bermuatan
yang diemisikan matahari dan membentuk ekor / tail, yang panjangnya hampir 100 milyar kilometer
pada antariksa.[40][41]
Nukleus Komet Halley relative kecil ukuranya, yaitu panjang 15 km dan lebar 8 km
dan tebalnya hanya 8 km, bentuk nucleus ini mirip dengan kacang (peanut.[3] ) Masa materi pada nucleus ini adalah 2.2 × 1014 kg[4] dengan masa jenis 0.6 g/cm3,
Komet Halley adalah komet yang paling
aktif ketimbang Comet Encke dan Comet Holmes, [14]
sisi siang pada komet ini ternyata lebih jauh dari sisi malam. Dengan observasi
pesawat ruang nagkasa tersebut, diperoleh data bahwa kandungan pada komet
tersebut adalah 80 % air17% carbon monoxide dan 3–4% carbon dioxide,[42] dengan sedikit hydrocarbons[43]. Sedangkan menurut sumber lainnya 10 %
dan sedikit methane dan ammonia.[44]
Sebuah Asteroid diramalkan bisa kita lihat dengan mata telanjang pada tahun
2029, karenajaraknya yang dekat dengan
bumi.
Kesempatan ini hanya terjadi sekali sepanjang satu millennium, asteroid ini
hanya bisa dilihat di Europe, Africa dan Asia Barat.
Tidak ada even monumental seperti ini dalam sejarah modern, apabilakita mampu meyaksikan sendiri sebuah bola api di atmosfer
bumi atau asteroid sebesar 2 ukuran rumah mendekati bumi.
Even tahun 2029 ini adalah even
dimana sebuah asteroid berukuran kecil betul betul dalam jarak terdekat dengan
bumi, sebagai suatu kejadian yang baru pertama kali terjadi. Asteroid tersebut
akan menyelusup di tengah orbit bumi dan satelitnya.
Pendek kata tidak ada asteroid yang mampu dilihat dengan mata telanjang
selain even di tahun 2029 ini.
New Horizons saat ini telah menempuh
separo perjalanan menuju ke Pluto. New
Horizon di perjalanan tersebut bergerak dengan kecepatan 57.000 km/jam ( 36.000
mil/jam) dan harus menempuh jarak lebih dari 3,8 milyar km untuk sampai ke
Pluto dan tiga bulanya, yaitu Nix, Hydra dan Charon pada July 2015.
Tetapi perjalanan ruang angkasa
tersebut tidak hanya itu saja, karena New Horizon hsrus pula menjajagi objek pada Sabuk Kuiper
( Kuiper Belt ) dan penjajagan ini mungkin
saja berhasil pada tahun 2020-an.
Misi tersebut di atas bisa saja
berlangsung untuk menjajagi Pluto; sedangkan New Horizons harus mengirim data
ke bumi dengan tempo pengiriman selama 9
bulan.
Target New Horizons berikutnya
adalah orbit Neptunus, yang akan dicapainya pada tanggal 25 Agustus 2014,
tepatnya 25 tahun setelah Voyager II berhasil melakukan eksplorasi di Planet
Raksasa itu.
New Horizons is adalah pesawat ruang angkasa tak berawak
milik NASA ( NASArobotic spacecraft),
yang membawa misi melacak Pluto sebagai planet kerdil (dwarf planetPluto).
Ini adalah pesawat (spacecraft) yang pertama kali dirancang untuk
terbang ke Pluto dan mempelajari bulan Pluto, Charon, Nix, Hydra dan S/2011 P 1. New Horison dirancang untuk tiba di Pluto-Charon pada July
14, 2015. NASA dan mendekati benda benda angkasa yang ada di sabuk Kuiper (Kuiper belt objects() jika situasi memungkinkan.
New Horizons diluncurkan pada
19 January 2006, dan langsung menempati Earth-and-solar-escape trajectory , dengan
kecepatan menggunkan ukuran bumi sebesar 16.26 km/s (58.536 km/j; 36,373
mpj). Dengan demikian New Horison adalah peawat ruang angkasa yang tercepat
yang pernah diciptakan manusia. New Horison menggunakan orbit Mars pada 7 April 2006, menjangkau orbit Jupiter pada 28 February
, 2007, pada orbit Saturn di 8
June , 2008; orbit Uranus 18 March 2011. Sejak February 2012, jarak New Horizon dengan Pluto kurang 10 AU[1] (lebih dari 20 AU bila dihitung dari bumi).
·Kondisi Sekarang
Sejak 12
Pebruari 2012 , New Horizons melaju dengan kecepatan 15.41 km/s, atau sebesar
3.249 AU per tahun. Jarak New Horizons adalah 21.99 astronomical units (3.290×109
km) dari matahari atau 22.97 astronomical units (3.436×109
km) dari bumi benar benar sudah di atas
orbit Uranus.[2] Posisi pesawat itu adalah deklinasi −21.44 derajat , dengan selisih waktu 18.483 jam
dari sekarang hours at that time.[3] Pada posisi seperti di atas, waktu yang dibutuhkan cahaya untuk sampai di
New Horizons adalah sekitar 3,03 jam dari bumi
dan untuk gelombang radio mencapai 6.06 jam.[3]
·Latar Belakang
New Horizons adalah misi pertama dari kategori NASA's New Frontiers,
yang lebih besar dan mahal dari misi
Discovery (Discovery missions)
tetapi lebih kecil dibanding dengan Program
Flagship Program. Biaya untuk misi New Horizon
tidak tanggung tanggung (biaya
pesawat, pesawat peluncurnya, operasi
misi, analisa data dan pendidikan) mendekati
650 juta Dollar AS atau lebih dari anggaran 15 tahun ( dari 2001 ke 2016). Program NASA misi ke Pluto – Pluto Kuiper Express
– pada tahun 2000 ditangguhkan karena masalah anggaran. Informasi lebih jauh
tentang program NASA ini bisa dilihat pada website IEEE, yang mengungkap latar belakang secara
detail tentang misi ini termasuk penerbangan ke Jupiter .[5]
Kontrol keseluruhan setelah lepas dari pesawat peluncurnya adalah Mission Operations Center (MOC) yang bermarkas di Applied Physics
Laboratory. Sedangkan
operator instrument canggihnya adalah Clyde Tombaugh Science Operations Center
(T-SOC) yang berada di Boulder, Colorado.[6] Sedangkan navigator pesawat ini adalah KinetX sebagai lembaga yang memimpin tim navigasi dan
bertanggung jawab terhadap kendali pesawat New Horizon ke luar tata surya kita
(the outer Solar System).
New Horizons sebenarnya dirancang hanya
untuk penerbangan ruang angkasa tanpa mencari /eksplorasi planet dalam tata
surya kita. Pada saat pesawat ini diluncurkan, Pluto masih dikategorikan
sebagai planet, setelah ada penggolongan baru ( reclassified)
yang mngklasifikasikan Pluto hanya sebagai planet kecil oleh International
Astronomical Union (IAU). Beberapa tim ahli menentangnya termasuk Alan
Stern, yang masih menggolongkan Pluto sebagai planet ke 9..[7]
Pemberian nama satelit Pluto dengan nama
Nix dan Hydra, sesungguhnya juga
berkaitan dengan peswat ini. N
dan H, adalah berarti "New
Horizons". Disamping itu juga pemberian nama ke dua satelit tersebut juga
mengandung sebuah mitologi Pluto.[8]
·Peluncuran
Peluncuran New Horizons sebenarnya dijadwalkan
pada January 11, 2006, tetapi diundur hingga January 17 , karena pemeriksaan borescope pada tangki bahan bakar roket Atlas (Atlas rocket's kerosene ). Penundaan yang cukup lama ini juga
diberikan untuk penyempurnaan tehnis, alasan angin yang kencang dan kesulitan
tehnis lainnya.
New Horizon diluncurkan dengan menggunakan
roket Lockheed MartinAtlas V 551, dengan tambahan ATKStar 48B tiga tingkat
agar roket ini mampu menambah lajunya. Hal ini adalah baru pertama kali
peluncuran konfigurasi 551 dari Atlas V dengan penambahan 3 tingkatan ( roket
Atlas V biasanya tidak memiliki tiga
tingkat ).
Pada penerbangan terdahulu Atlas menggunakan dua atau tiga tingkat bahan bakar
padat (solid boosters,)
tetapi tidak pernah menggunakan lima
tingkat. Maka dari itu Atlas V 551 mau tidak mau harus melempar ke atas bebean
yang lebih berat dari 2,000,000 lbf (9 MN), yang melebihi daya dorong roket Delta IV-Heavy.
Daya
dorong roket ini didapatkan karena
menggunakan mesiRussianRD-180 , yang mampu mendorong
beat hingga 4.152 MN (933,000 lbf).
Roket Delta IV-H adalah jenis roket besar yang mampu mendorong bebean hingga
1,600,000 lb (726,000 kg), sedangka untuk roket AV -010 memiliki
kemampuan 1,260,000 lb (572,000 kg). Sebelum pelunciran
roket Atlas V telah mengalami kerusakan karena serangan badai / Hurricane Wilma, yang menyerang Florida pada October 24, 2005. Tetapi segera
diperbaiki.
New Horizons dikenal dengan sebutan
pesawat ruang angkasa terbesar percepatanya saat peluncuran atau Fastest
Spacecraft Ever Launched, sehingga bisa disebut penjelajah ruang angkasa (Helios probes). New Horizons mampu mencapai percepatan tercepat saat
peluncuran , yaitu sebesar 16.5 km/s (36,900 mph). Tetapi belum
mendapatkan sebutan pesawat yang mampu
terbang tercepat . Rekor tercepat
dipegang oleh Voyager 1, yang mampu terbang dengan
kecepatan 17.145 km/s (38,400 mph)
relative terhadap matahari . Voyager 1 mampu mencapai percepatan lebih
besar ( hyperbolic excess
velocity) dari pada di medan percepatan gravitasi Jupiter dan Saturn (gravitational
slingshots) ketimbang New Horizons.
Sedangkan peawat ruang angkasa lainnya Helios 1 & 2,
dapat disebut juga pesawat tercepat bila ditinjau dari kecepatan relative
terhadap matahari pada posisi perihelion. Tetapi karena
mereka berada di orbit tata surya, maka enerjo orbit mereka (orbital energy ) relative terhadap matahari menjadi
lebih lambat ketimbang pesawat Doyuz, New Horison dsb.
·Penerbangan di
Antara Orbit Mars dan Asteroid
Pada 7 April 2006. New Hoprizon berada di
orbit Mars, bergerak dengan kecepatan 21 km/s dengan jarak terhadap matahari
sejauh 243 juta kilometers.[20]
New Horizons menjaga jarak dengan asteroid kecil 132524 APL (sebelumnya di sebut asteroid 2002 JF56), tepatnya pada
jarak 101,867 km jam 04:05 UTC
tanggal 13 June, 2006. Asteroid itu
diestimasi memiliki diameter 2.3 kilometers, dan mampu diidentifikasi
sebagai asteroid type S-type asteroid.
New Horison berhasil melewati asteroid tersebut pada 10–12, 2006. Hal ini
menjadi keberhasilan manusia yang mampu menciptakan peasawat ruang angkasa yang
mampu melampaui benda ruang angkasa.[21]
·Memanfaatkan
Grafitasi Jupiter
Dengan menggunakan New Horizons' Long Range
Reconnaissance Imager (LORRI) , kita bisa mendapatkan foto pertama kali tentang
Jupiter pada 4 September 2006. Sehingga kita mampu mencermati system Jovian
pada December 2006.[22]
New Horizons mampu memanfaatkan gravitasi Jupiter/ gravity assist dengan jarak yang terdekat dari
planet itu pada jam 5:43:40 UTC
(12:43:40am EST) tanggal 28 February
2007.
Kecepatan ketika melewati Jupiter adalah 21 km/s (47,000 mph) relative
terhadap Jupiter dan 23 km/s (51,000 mph) relative terhadap
matahari . Laju New Horizons' lebih tinggi 4 km/s (8,900 mph) ketimbang laju
matahari, sehingga pesawat ini lebih cepat menuju Pluto dengan 2.5 ◦ terhadap bidang datar bumi(the "ecliptic"). Pada November 2009[update], gravitasi
matahari terhadap pesawat ini menurun menjadi 16.656 km/s (37,260 mph).[23]New Horizons menjadi pesawat
pertama yang diluncurkan langsung ke Jupiter sejak Ulysses probe pada tahun 1990.
Saat tiba di Jupiter, instrument New Horizons disesuaikan dengan orbit bulan Jupiter,
terutama bulan Amalthea. Kamera pada pesawat ini mampu memfoto gunung
berapi di Io dan
mencermati bulan Galilean secara detail,
demikian juga bulan Himalia dan Elara. Gambaran tentang “Jovian system” dimulai
pada September 4, 2006.[24] New Horizon juga berhasil mempelajari bintak merah / Little Red Spot dan magnetosphere Jupiter serta
sistim cincin yang ada.[25]
·Jupiter
observations (Observasi Jupiter
Jupiter adalah planet yang menarik
sehingga tidak pernah lepas dari perhatian astronomis ,meski sempat tertunda
setelah berakhirnya misi Galileo. New
Horizons dilengkapi dengan kamera yang tercanggih, lebih canggih dari
kamera Galileo, dan juga dikombinasikan dengan kamera versi pesawat Voyager dan Mariner.
Planet Jupiter lebih menarik perhatian cendekiawan Pluto . Sebab
jaraknya lebih dekat ke bumi. Sehingga komunikasi lebih mudah dilakukan, karena
lebih mudah menstransmit “loading “ ketimbang Pluto. Gambar Jupiter dimulai
ditransmimisikan pada 4 September 2006.[26]
New Horizons juga berhasil mengungkap Oval BA, yang ternyata sebuah badai raksasa yang
sebelumnya terlihat noktah merah kecil
atau “Little Red Spot", karena terlihat warna merah tidak seperti hasil
dari foto yang dikirim pesawat Cassini, yang terlihat sebagai noda
putih.
·Mendekati Pluto
Pertama kali
Pluto terlihat oleh New Horizons adalah
pada September 21–24, 2006.
Kemudian foto tersebut dianalisa pada November 28.[27] Gambar tersebut diambil pada jarak 4,2
milyar km , untuk memastikan target obyek yang akan dekati, yaitu Pluto dan
obyek pada Kuiper belt.
Direncanakan bahwa New
Horizons harus berjarak
10,000 km (6,200 mi)
untuk dekat Pluto pada 2015. New Horizons irencanakan terbang
dengan kecepatan 13.78 km/s pada
jarak yang paling dekat dengan Pluto, dan akan berjarak 27,000 km
(17,000 mi) terhadap Charon,
·Kuiper-belt misi
Setelah melewati Pluto, New Horizons akan meneruskan
penerbangan hingga Kuiper belt. Misi yang direncanakan slah satuya adalah
mencari satu atau lebih Kuiper belt objects (KBOs) yang berdiameter 50–100 km (31–62 mi) yang sama dengan misi
pengamatan Pluto. Karena kemampuan maneuver terbaas, maka pencarian KBOs hanya dilakukan pada obyek yang
dekat New Horizons.