Minggu, 01 Januari 2012

Badai Matahari


Matahari adalah termasuk salah satu benda langit yang ikut menyusun tata surya kita. Karena masa dan volume matahari yang relatif paling besar dibanding benda langit lainya, maka matahari mampu memiliki peran sebagai pusat  gravitasi sistim tata surya kita. Peran vital matahati tersebut memang cukup beralasan,  karena  massa  matahari  adalah sebesar 332. 830  kali masa  bumi, yang pada seluruh permukaannya berlangsung reaksi nuklir  hampir tiap detik.  Dengan reaksi fusi nuklir yang terus- menerus akan menyebabkan aspek termo – nuklir yang menghasilkan temperature permukaannya sebesar ± 5770 ° K.  Sehingga meskipun  bumi berjarak  150 juta kilometer dari bumi, aspek termo-nuklir tidak berdampak buruk bagi kehidupan organisma di muka bumi.

Hertzsprung – Russels  dengan teori  luminositas ,  mengemukakan bahwa matahari termasuk bintang yang paling akhir terbentuk dalam evolusi galaksi, sehingga  tergolong bintang yang kerdil -  kuning.  Dengan teori luminositas tersebut matahari dapat dikategorikan sebagai  salah satu bintang yang paling terang di banding dengan bintang lain.   Hal  ini disebabkan matahari masih banyak menyimpan unsur Helium dan Hidrogen,  untuk bahan dasar reaksi fusi-nuklir.

Akibat aktifitas kimiawi matahari trsebut, maka setiap saat matahari mampu menghasilkan sejumlah besar partikel atom, cahaya serta energi ke semua tata surya kita. Apabila partikel yang dilepas matahari sangat ekstrim jumlahnya, maka partikel yang dilepas tersebut menjadi fenomena alam yang disebut Solar Flare, atau secara lebih rinci Solar Flare adalah masa partikel yang berwarna terang yang menjulang dari permukaan matahari. Gejala alam tersebut sebenarnya adalah pelepasan energi sebesar 6 × 1025 joule atau 6 kali energi normal yang dilepas matahari per detiknya. Solar Flare menghempaskan awan elektron, ion dan atom ke jagad raya. Solar Flare juga mampu menerpa bumi.

Solar Flare mampu mempengaruhi lapisan atmosfir matahari,  yaitu photosphere, chromosphere dan  corona. Karena medium plasma yang ada di atmosfer matahari tersebut mendapat pemanasan hingga 10 jt Kelvin. Sehingga elektron dan proton akan mengalami akselerasi lebih cepat dan menghasilkan radiasi gelombang panjang. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya Sunspots.

Sinar X dan Ultra Violet akan diemisikan oleh Solar Flare dan akan mempengaruhi lapisan Ionosfer. Sehingga mampu mengganggu gelombang radio komunikasi, radar dan peralatan yang sistim kerjanya berdasarkan gelombang elektromagnetik

Pada  Bulan Pebruari Tahun 2011 lalu, ilmuwan dari seluruh dunia mencermati adanya tiga muntahan partikel matahari yang dapat mencapai bumi. Masa partikel yang dimuntahkan matahari tersebut diketahui jelas telah mempengaruhi lapisan magnetik bumi. Gelombang partikel tersebut telah mampu menerjang bumi selama beberapa hari dan diketahui sebagai hantaman gelombang yang paling kuat sejak tahun 2006. Dampak dari gelombang ini adalah sangat luas sekali, termasuk adalah menyebabkan gangguan  sistim telekomunikasi satelit  dan lain sebagainya.

Dengan pendekatan iptek dampat Badai Mataharitersebut  telah dicermati oleh The US National Oceanographic and Atmospheric Administration (Noaa) yang berhasil mengungkap bahwa terdapat tiga kasus badai matahari  atau coronal mass ejections (CMEs) yang terjadi pada tanggal 13, 14 dan 15 Pembruari 2011 silam.
Pada tahun 1972 badai geomagnetik akibat badai matahari menyebabkan gangguan komunikasi telepon dalam waktu yang lama di Negara Bagian Illinois AS. Pada tahun 1989 badai matahar juga menyebabkan kegelapan di Quebec Kanada yang merugikan 6 juta penduduknya (Dari berbagai sumber).

Tidak ada komentar: